Selamat malam kawan, selamat beristirahat. Huft akhirnya selesai juga aktifitas ujian gelombang pertama di kampus, urat syaraf bisa mulai aku kendurkan setelah dari siang tadi di hajar oleh perkerjaan terus otak dihajar lagi di ujian barusan. Tapi aku senang karena aku fikir hari ini aku sudah memaksimalkan tenaga yang kupunya,
Sekarang harus bisa bertahan untuk menahan emosi itulah kata yang tepat untuk diriku, menahan untuk sering meledak-ledak kemarahan mudah tersinggung dan tidak menghargai pendapat kawan. Memang itu semua tidak mudah untuk aku lalui, tapi satu hal yang harus diingat Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika orang itu tidak merubahnya sendiri, adalah satu ungkapan yang masih terngiang dan wajib dipertahankan dalam kehidupanku. Orang itu pasti akan tua tapi tidak semua orang yang bertambah umurnya tingkat kedewasaanya akan bertambah, hanya orang yang jeli teliti dan paham yang bisa mengerti keadaan ini,:)
Aku yakin dengan pepatah berakit-rakit kita kehulu, berenang-renang ketepian….. akan benar benar terjadi padaku, hanya dengan kemampuan terbatas yang aku miliki akan aku maksimalkan semampu dan sebaik mungkin. Ingat kawan….. hasil panenan tidak lepas dari hasil dari kita menanam…….. siapa yang menanam kebaikan pasti akan memanen kebaikan dan sebaliknya. Aku rindukan cerita orang sukses dari seorang anak desa, desa selatan kecamatan Jetis dan desa dimana ada satu pohon jati besar di tengah makamnya……:)
