Kiringan…em mungkin sebuah nama yang mungkin sebagian orang seantero dunia ini mungkin ada yang pernah dengar mungkin juga baru pernah dengar atau lihat sekarang
.Yah…”Kiringan” adalah sebuah nama dusun kecil masih dalam propinsi D.I.Yogyakarta. Sebenarnya di Kabupaten Bantul ada 2 nama “Kiringan”, yaitu “Kiringan Kecamatan Kretek” dan yang satunya “Kiringan Kecamatan Jetis, tetapi biasanya warga masyarakat Bantul lebih sering dan lebih mengenal dusun kami dengan “Kiringan Canden”
.Alamat lengkapnya adalah Kiringan,Canden,Jetis,Bantul 55781. Canden adalah Kelurahannya, Jetis Kecamatannya, dan tentunya Bantul Kabupatennya :L. Dari Kecamatan Jetis paling selatan dan ujung timur sendiri, sebelah timur berbatasan dengan dusun Pelemadu (Kec.Imogiri), barat dengan dusun Wonolopo (Kec.Jetis), utara dengan dusun Jiwan (Kec.Jetis), dan bagian selatan berbatasan dengan dusun Paten (Kec.Pundong) Dari Jalan Ring Road Selatan terus ke selatan melalui Jalan Parangtritis jalan lurus Pasar Gabusan, perempatan Bakulan masih ke selatan. Samapi nanti menjumpai SMP 3 Jetis Bantul nanti belok ke timur. Nah…kalo anda-anda semua bingung tuh tanya aja ma warga yang dijumpai dijamin 100% pada tahu yang namanya Dusun Kiringan Canden, jika terpaksanya yang ditanya tidak tahu em…sungguh terluka hati ini, masak ga tau Dusun Kiringan? Uh…ga banget gitu loh??? :r . Trus kalo dari arah Imogiri dari Pasar Imogiri lama ke barat sampai melewati tikungan barat puskesmas Imogiri Baru, ke selatan terus sampai SMP 2 Imogiri terus belok kanan masuk areal persawahan sampai nanti menjumpai jembatan atau yang biasa di sebut “KRETEG”.
Perlu anda ketahui sedikit adalah dulu konon katanya cikal bakal pendiri dusunku adalah Kyai Kiringa dan Nyai Kiring, keduanya adalah orang yang konon punya linuwih alias sakti, usut punya usut pernah suatu ketika Kyai Kiring dulunya pernah berpesan kalo daerah yang dilewatinya itu di beri nama Kiringan, nah…setelah itu mulailah areal hutan itu mempunyai nama yang sampai saat ini aku tetep cinta dan tak pernah kulupa yaitu…”KIRINGAN”. Itulah sebagian informasi yang saya ambil dari warga sekitar yang biasa cenderung sudah “sepuh alias sudah tua“.
Dusun Kiringan sekarang dibagi menjadi 5 RT, yaitu dari RT1 sampai dengan RT5, dengan mempunyai Kepala Keluarga(KK) sekitar 210(tahun:2008).Untuk organisasi yang sampai saat ini resmi berdiri yaitu RISALAH(Remaja Islam Masjid Nurul Huda) dan Laskar Bregodo Monster Balls (suatu wadah suporter dibawah komando PASERBUMI BANTUL. Untuk saat ini tahun 2008 organisasi pemuda baru vakum alias tidak ada. Entah saya tidak tahu apa sebabnya kok rasanya sayang dusun se gedhe sebesar ini organisasi pemudanya mati, ya..terserah deh?
Kiringan juga dikenal juga sebagai sentra jamu gendhong, hal ini sudah tidak asing lagi faktanya cuma dusun kami yang mempunyai mata pencaharian yang patut dibanggakan yaitu jualan jamu. ya…itulah salah satu warisan dari moyang kita terdahulu yang sampai saat ini masih dilestarikan malah cenderung ditingkatkan. Ibu-ibu dengan gigih mengayuh sepeda onthelnya melibas jarak berkilo-kilo hanya untuk jualan jamu, di dalam hati kecil para ibu itu terbesit kata “Inilah mata pencaharian kami, demi kesejahteraan anak, suami,dan keluarga kami“. Suatu tekad yang kuat yang saya terkadang sampai kagum pada semua ibu yang bekerja keras demi kesejahteraan keluarga yang dicintanya. Lagipula para penjual jamu itu juga dibina dalam sebuah pengelola jamu yang setiap berapa bulan mengadakan pertemuan guna meningkatkan omset atau sekadar pertemuan biasa. Tetapi pemandangan sekarang dulu mulanya jual jamu jalan kaki berkembang memakai sepedha onthel bahkan sekarang ada yang jualan pakai sepeda motor karena jarak dan medannya cukup jauh, sebuah inovasi yang bisa mendukung agar semua lebih cepat,praktis,dan efisien.:x
Sekarang umurku baru 19 tahun,yah sebuah angka yang bisa dibilang usia remaja. Usia yang penuh labil berubah-ubah tergantung sikon situasi dan kondisi yang dialami. Emosi yang kadang bisa memuncak terkadang juga surut entah apa sebanya. Yang penting selama usia itu saya sudah bisa berpikir mana yang baik dan mana yang benar khususnya situasi dari dusunku ini. Aku bukanlah anak kecil yang dengan mudahnya bilang “A” dan bisa berubah “B” kapan dan dimana saja. Aku sudah punya komitmen
, Aku sudah menjumpai perubahan dari tahun ketahun, mulai dari adanya jembatan yang membentang dari timur dusunku dengan dusun seberang, jalan tengah yang sudah diaspal secara gotong royong sampai pake acara lembur juga, masjid yang sudah lebih baek dari sebelumnya, terus proyek yang saat tulisan ini kubuat sedang berjalan yaitu proyek aspal jalan barat dusun kami.Terus terang aku bangga dan senang karena dusun ku bisa maju dan bisa berkembang seperti saat ini.
Terakhir…lewat tulisan ini aku cuma pengin bilang “Aku sayang dan cinta dusun Kiringan, sebuah kampung yang telah membesarkan aku mendidik dan menjaga aku sampai usia ku 19 ini, buat warga Kiringan aku salut buat kaliyan aku sayang kaliyan semua….I love you all? Kiringan I love You So much…? Semoga kelak semakin lebih maju dan tentunya selalu berkembang, selama aku biasa membantu akan kubantu sebiasa aku bantu…karena ada satu kalimat yang terlintas dibenakku…“Kiringan tempatku lahir dan dibesarkan dan Kiringan tempat terakhir aku menutup mata…???”

“….kiringan is the best terbaik dari masa ke masa!!!!